Perlunya Pembekalan Siswa Terkait Branding Bisnis Konvensional Era Baru di Zaman Milenial

Kita sudah tahu bahwa membekali siswa terkait pentingnya wirausaha, kita juga sudah khatam terkait pentingnya wirausaha di kalangan anak muda terutama untuk lulusan Sekolah Kejuruan (SMK).
Kita juga sudah sangat paham bahwa di era ini bisnis yang lebih up to date lebih dilirik. Tapi mungkin saja kita belum membuka diri tentang membranding bisnis konvensional era baru.

Lho? apa itu?

Sebelum ke arah itu akan saya ceritakan sedikit tentang bisnis konvensional.
Bisnis konvensional adalah bisnis dengan cara lama atau konvensional tanpa memanfaatkan kecanggihan teknologi. Bisnis konvensional sering diartikan sebagai usaha yang dilakukan secara offline dengan membuka toko atau tempat fisik tidak menggunakan media online.
Contoh saja jualan ikan di pasar, jualan tahu, jualan tempe, jualan gula, jualan ayam pedaging, jualan es batu/es kristal maupun jualan cabe.

Hal-hal diatas menurut saya kurang terjamah oleh para pengajar di kalangan pendidikan formal yang mengajarkan tentang ilmu wirausaha.
Kebanyakan menurut kita, bisnis-bisnis diatas itu kuno, norak dan enggak jaman. Tapi menurut saya hal tersebut adalah kesempatan emas.

Kok kesempatan emas? Karena bisnis tradisional diatas adalah bisnis bahan pokok yang semua orang pasti butuh, bahkan setiap hari pasti butuh. Siapa sih yang enggak butuh cabe? siapa sih yang enggak butuh es batu untuk minuman? siapa sih yang enggak butuh tahu atau tempe?
Semua orang butuh, meski dalam jumlah yang sedikit. Tantangan dalam bisnis tersebut adalah bagaimana kita membranding bisnis konvensional itu dengan era baru alias lebih kekinian, agar kawula muda juga “enggak malu” ketika membuka bisnis-bisnis konvensional tersebut.

Gimana sih cara membrandingnya? Berikut ada beberapa jurus yang saya temukan dilapangan untuk membranding bisnis konvensional jadi lebih WAWWWW
1. Dengan Jurus sosial entrepreneurship
Jurus ini adalah jurus bagaimana mengupayakan kegiatan amal yang berasal dari usaha kita. Misal nih, Pak Ari adalah seorang juragan madu murni. Nah sebagian keuntungannya digunakan untuk pembinaan yatim/yatim piatu , atau santunan yatim piatu pada hari jumat.
dengan hal ini secara tidak langsung kita membranding bisnis konvensional kita jadi lebih terarah, keren dan bermanfaat kan?
2. Dengan Jurus teknologi
Yaitu dengan membranding warung kelontong atau lapak kita dengan menggunakan internet marketing, misalnya mempromosikan bisnis kita lewat medsos , hingga membuat video iklan sederhana. Sekarang bikin video iklan kan mudah, bisa pakai tiktok juga bisa kok.
3. Dengan Jurus Packaging
Jurus ini erat kaitannya dengan ilmu desain, tentunya dengan hal ini kita bisa mengemas barang atau produk kita agar lebih menarik.
Selain dengan kemasan bisa juga membranding lapak atau toko kita jadi lebih berkesan, atau berbeda dari yang lain.
4. Dengan Jurus Super event
Ketika bisnis kita udah menjadi gede atau membesar, kita bisa nih bikin lomba. Misalnya fauzan pemilik toko cabe , nah pada hari santri mas fauzan ini mengadakan lomba memasak dengan syarat memakai cabe di tempat pak fauzan, dan pemenangnya tentunya dapat hadiah.

Beberapa jurus diatas bisa dijadikan sebagai branding untuk bisnis konvensional agar lebih keren di era sekarang ini.
karena menurut saya pribadi, bekal untuk siswa atau kawula muda jika hanya dijejali dengan bisnis yang modern seperti startup, untuk bisnis konvensionalnya kan makin sedikit penerusnya?
hehehehe

semoga bermanfaat

Penulis
KH Ary senpai, M.Ag
(Pengajar, penggiat sosial entrepreneurship, & Koordinator JPZ Lazis Baiturrahman Kab Grobogan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *