KUTUKAN MALIN KUNDANG & SINAR PEMBATUAN MISTERIUS

Untuk kawan-kawan generasi 90an atau 80an pasti gak asing kan dengan dongeng Malin Kundang yang dikutuk emaknya jadi batu? Mungkin saja jika cerita tersebut dibawa di masa ini kurang begitu ditanggapi oleh generasi yang sekarang. Mengapa? Bisa jadi mereka sudah nonton kisah-kisah fiksi lain seperti Boruto, Naruto, Tokyo Revengers, dan Ishigami Senku yang mampu memecahkan masalah pembatuan umat manusia karena efek sinar misterius.
Anak-anak bahkan siswa jaman sekarang juga tak begitu antusias dengan kegiatan motivasi “coba bayangkan jika kamu pulang! Dan ada bendera kuning!”, atau semacam itu, mereka kemungkinan juga tidak mempan. Karena bukan dunia mereka.
Itulah pentingnya identifikasi kebutuhan belajar baik untuk anak kita sendiri atau siswa jika memang pendidik/guru. Karena hanya dengan doktrin anak-anak, siswa hingga masyarakat tidak akan sadar dalam perilaku mereka, apalagi dengan ancaman dll. Masak sih belajar baik-baik diancam gurunya “kalau kamu gak naik kelas maka tidak akan sukses!”. Sudah bukan jamannya lagi. Yang harusnya jadi contoh malah dibenci.
Generasi sekarang itu perlu banyak identifikasi dan juga contoh langsung dari generasi sebelumnya. Hal ini pun berlaku untuk anak kita sendiri, siswa kita, atau masyarakat secara umum. Identifikasi tentang apa yang harusnya dipelajari, dan contoh langsung yang sekiranya baik menurut adat setempat atau norma yang berlaku.
Apakah ini penting? Menurut saya ini penting, karena degradasi moral yang terjadi ini merupakan efek dari salah identifikasi dan tidak ada contoh dari generasi sebelumnya. Identifikasi yang kurang tepat dan generasi sebelumnya yang terbuai karena kurang siapnya dengan dunia yang semakin cepat.
Oleh : KH Ary senpai, M.Ag
(Pengajar, Penggiat Social entrepreneur & Koordinator Jaringan Lazis Baiturrahman Kab Grobogan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *