Etos Kerja Masyarakat Jepang yang Patut Kita teladani

Etos Kerja Masyarakat Jepang yang Patut Kita teladani

Mengapa orang Jepang m

emiliki etos kerj

a yang tinggi?? Jepang adalah negara dengan tingkat produktifitas tinggi, komitmen dan memiliki kedisiplinan yang tinggi. Hal itulah yang membuat Jepang sejajar dengan Negara – negara maju di Eropa dan Amerika Serikat. Orang Jepang memiliki Pinsip. Yaitu; bushido, Malu jika gagal, Konsep Keishan, Kaizen, Sa Bisu Zangyou, Senioritas, dan ganbaru. Jepang memiliki 7 Kebajik

an yang tertulis dalam kode etik Kesatriaan Samurai. Yang disebut bushido. Berisi nilai-nilai moral yang sudah ada sejak Jaman feodalisme Jepang dan diturunkan dari generasi ke generasi sampai saat ini.

 

Berikut beberapa hal yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan ditanamkan kepada generasi muda yang harusnya ditanamkan sedjak dini.
1. Integritas

2. Respek/Menghormati. Menghormati segala hal. Guru, Atasan, Orang tua atau orang yang lebih tua. Dan yang lebih tinggi lagi, yaitu menghormati perbedaan. A

pa manfaatnya? Kita bisa membangun hubungan yang baik dengan siapa saja. Kita bisa lebih ikhlas, tulus dan berdamai dengan kenyataan.

Caranya bagaimana? Berusahalah mendengarkan ketika seseorang sedang menjelaskan. Ketika seseorang sedang mengobrol dengan kita, perhatikan dengan baik. Apalagi ketika sedang pelajaran, ataupun rapat. Ketika ada yang sedang berbicara, kita wajib mendengarkan. Tapi kebanyakan warga +62 itu punya kebiasaan buruk. Yaitu menyela pembicaraan orang, dan ikut-ikutan ngomong ketika ada seseorang yang sedang mengingatkan.

3. Keberanian. Dalam arti berani melewati tantangan, ataupun mengemukakan pendapat, saran, ataupun kritik terhadadap orang. Tentunya dengan Bahasa yang baik dan sopan. Ingin hidupmu berubah? Harus berani Ngomong dong…..

4. Kehormatan. Apa aitu kehormatan? Kehormatan lebih tinggi daripada rasa hormat. Lebih formal. Orang Jepang punya rasa malu dan harga tinggi yang tinggi. Orang Jepang memiliki pola piker “harus berhasil”. Kita Sebagai warga negara Indonesia harus punya kehormatan. Terutama Bagi kita para pendidik. Bukan berarti kita harus gila hormat. Apalagi menjilat atasan. Lalu, kehormatan Kita sebagai Seorang guru itu seperti apa ? Dengan tutur kata, dan tingkah laku yang baik, ataupun cara kita berpakaian. Tunjukkan Keprofessionalitas kita sebagai pendidik . Dan melakukan tugas apa yang harus dilakukan oleh kita sebagai pendidik. Kira-kira…. apakah pantas, seorang guru piket menyapu ruangan, atau ronda dan menggantikan penjaga sekolah ya???

5. Rasa Kasih sayang. Orang Jepan

g memiliki kasih sayang kepada sesamanya. Terutama keluarganya. Mereka tidak memperduikan usia, jabatan atau hal-hal yang l

ainnya. Ketika ada orang yang kesulitan, mereka ikhlas membantu tanpa meminta imbalan. Selain itu, Orang Jepang punya rasa balas budi yang tinggi. Ketika mereka ditolong, mereka berusaha membalas kebaikan orang yang menolongnya. Bagaimana dengan kita?

6. Kejujuran dan Ketulusan. Orang Jepang sejak kecil di didik untuk jujur, tulus… dan mengakui kekalahan ataupun kesalahan. Orang Jepang mendidik anak-anaknya seperti itu sejak kecil. Kejujuran dan ketulusan saat ini semakin sulit ditemui. Bagaimana Kita para pendidik menerapkan kejujuran dan ketulusan kepada siswa?? Ketika masa pandemi, siswa tidak berangkat ke sekolah. Haruskah mereka membeli seragam? Haruskah m

ereka membayar uang Gedung sedangkan mereka juga nggak pake?

7. Memiliki Kewajiban dan loyalitas. Sebagai pendidik, kita memiliki kewajiban. Yaitu mengajar, berangkat tepat waktu. Mengerjakan perangkat pembelajaran. Serta memiliki loyaliatas/sikap setia terhadap Instansi tempat kita bekerja. Nah, tapi bagaimana caranya kita loyal dan bertanggung jawab terhadap tugas sebagai guru dengan gaji rendah?? Apalagi ketika gaji kita turun dratis??? Hanya Tuhan yang tau.

Jaman dahulu, ketika orang jepang merasa gagal, mereka akan mealkukan bunuh diri karena harga diri dan malunya tinggi. Bagaimana Dengan kita? Malu boleh lah… harga diri juga harus punya. Tapi jangan berfikir untuk bunuh diri. Sebaiknya rubah diri kita. Bekerja dengan maksimal tanpa harus berpikir dulu kita gala atau tidak, mau digaji berapa. Biar Tuhan yang menilai usaha kita. Tetap harus semangat. Carilah motivasi hidup. Kita cenderung menyerah dulu sebelum mencoba.

Jepang Memiliki konsep Keis

han. Yang berisi Kreatifitas, Inovasi dan Produktifitas. Bagaimana caranya kita memilki perubahan dan peningkatan? Jangan berhenti mencari inspirasi, catat semua ide yang telah tepikirkan, catat semua inspirasi dari sumber manapun. Dan yang terpenting adalah…. Take action! Ayo wujudkan ide dan harapanmu satu persatu.

Kemudian Konsep KAIZEN. Artinya adalah perubahan baik yang berkaitan dengan kedisiplinan. Kita bisa mulai dari hal yang paling kecil. Yaitu kebiasaan bangun pagi, dan merapikan tempat tidur Setiap hari. Kemudian berangkat bekerja tepat waktu.

Bagaimana konsep kedisiplinan orang Jepang? Dalam pembagian waktu, orang Jepang menghargai waktu. 1 menit pun dianggap telat. Bagaimana dengan Indonesia?? Malah memberlakukan “JAM NGARET” alias molor…. Kalau ini, saya pribadi juga nggak suka banget yang Namanya ngaret. Ketika saya mau ada perlu, tapi harus nungguin orang lain. Kan males banget.
Kebiasaan kita itu… Nggak ngajar, ya nggak berangkat. Ketika Sekolah memberlakukan WFH dan WFO, WFH itu kerja… tapi di rumah. Bukan libur. Ngerjain apa? Ya apa aja.. Secukupnya. Santai. Apakah kalau tidak mengajar, tidak usah berangkat? Ya harusnya tetap berangkat. Kan guru punya beban mengajar dan administrasi yang bisa dicicil. Nah, Kalau sekiranya ada keperluan pribadi kan bisa ijin langsung ke kepala sekolah. Terus, Harusnya sekolah juga bijak dalam membuat aturan. Jangan asal potong gaji! Maka dari itu, marilah kita sebagai pendidik membe

ri keteladanan kepada siswa untuk disiplin dan tepat waktu. Mulai dari diri kita sendiri.

Dalam pekerjaan, orang Jepang menjunjung tinggi senioritas. Senior dianggap Dewa, mereka pantang pulang sebelum senior pulang, Senior wajib mengarahkan, Junior wajib menghormati. Dalam hal senioritas, Promosi jabatan bukan berdasarkan riwayat pendidikan dan pengalaman kerja. Namun berdasarkan lama mengabdi di perusahaan. Dalam Pendidikan pun, sama. Akan tetapi, bukan berarti Senior menjadi bekerja seenaknya, melimpahkan pekerjaan ke junior. Kenapa orang jepang menghargai senioritas? Karena yang jabatannya lebih tinggi pantas menjadi panutan dengan memberi contoh yang baik untuk anak buahnya. Mereka bertanggung jawab dengan pekerjaaannya dan berusaha menyelesaikan tugas tanpa harus melibatkan orang lain. Kemudian, Prinsip ganbaru. Orang jepang Bekerja keras melalui ma

sa-masa sulit. Mereka Bangkit setelah terpuruk. PAsca Bom Hiroshima, Gempa dan tsunami…

Oleh
Bapak FAUZAN ROBBIT IKHWANI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *