Pendidikan Berbasis Tuhan dan Quran Lebih Kekal
Pendidikan Berbasis Tuhan dan Quran Lebih Kekal
Ada yang berkata pendidikan berbasis spiritual itu sudah kuno, Enggak bakal bisa bertahan sampai era masa yang akan datang.
Namun bagi saya sendiri Pendidikan berbasis spiritual adalah pendidikan yang tak akan lekang oleh waktu, ketika model atau metode pendidikan yang berubah dan ganti-ganti.
Pendidikan berbasis spiritual seperti pesantren atau quran tetap istiqomah dan tidak akan lebur dimakan jaman yang katanya “pendidikan harus diupgrade”.
Dulu ada istilah pendidikan karakter, terus ganti lagi, dan ganti lagi.
Namun pendidikan berbasis spiritual ini masih eksis dan istiqomah dengan menjadi landasan manusia untuk bertindak di kemudian hari.
Bahkan pendidikan spiritual seperti pesantren ini dikemas dengan sangat bagus agar mampu membawa “branding” yang melekat pada maysarakat
seperti sekolah islam terpadu, boarding school, SMK berbasis pesantren dan sebagainya.
Hal ini menandakan bahwa pendidikan berbasis spiritual ini memang dibutuhkan terus menerus sampai kapapanpun.
Selain itu kompetensi spiritual (misalnya kompetensi Quran baik tahfidz atau yang lainnya) juga menjadi nilai plus
dari pendidikan berbasis spiritual ini entah dikemas dalam bentuk apapun.
Ketika sekolah hanya dituntut memiliki kompetensi lulus alias hanya bisa mengerjakan soal ujian saja,
itu hanya bersifat sementara bagi saya. Namun jika diajarkan bagaimana membangun kesadaran spiritual hal tersebut
menjadi nilai plus bagi para santri atau peserta didik.
Oleh
Ary senpai (Penggiat Pendidikan Milenial, Salah 1 Penulis Buku Sekolah Membunuhmu, Penggiat Sosial Entrepreneur) & Hudi Hermawan (Pengasuh Ponpes Al Furqon)
