Isra’ Mi’raj & Hiraishin No Jutsu

Saya sudah memastikan bahwa banyak dari kita yang sudah paham masalah salah 1 momen “Sakti” di Bulan Rajab.
Banyak kajian-kajian tentang isra miraj ini di kalangan dunia sekolah maupun masyarakat.
Bahkan murid-murid saya juga sering bertanya “Senpai, apakah Nabi itu bertelporasi ke luar angkasa seperti hiraishin no jutsu saat isra miraj?”
Ada lagi murid yang bertanya “Isra miraj mungkinkan seperti meditasi saja? kemudian Nabi Muhammad dapat petunjuk dari Tuhan?”

“Yo Ndak Tau Kok Tanya Saya”
Hal-hal tersebut bukanlah bidang saya untuk menafsirkan apakah Kanjeng Nabi secara fisik bisa ke Sidrotul Muntaha, atau secara ruh. Benar-benar bukan bidang saya, itu adalah bidang dari para ahli fiqih atau tafsir saja.

Yang saya garis bawahi dari hal isra miraj adalah Kita mendapat pelajaran apa dari peristiwa tersebut?
Apakah dengan momen sakti isra miraj ini kita semakin sadar diri ataukah tidak? ataukah kita jadi bisa lebih berfikir dalam mengambil pelajaran di isra miraj?

Kita seringkali memperdebatkan hal-hal yang “abstrak” alias “enggak teknis”.
Memperdebatkan warna anjing askhabul khafi, memperdebatkan warna surban Kyai X, apakah dengan berpuasa kita bisa terbang? atau memperdebatkan hal-hal yang tidak membuat kita tau diri tentang apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan.

Kita juga kurang bisa mengambil pelajaran dari hikmah-hikmah tuntunan spiritual dan sering membenturkan dengan hal yang bertolak belakang.
Kita tahu burung ababil utusan Tuhan untuk melindungi kota Mekkah tapi kita jarang mengambil pelajaran dari kisah tersebut.
Kita juga tahu peristiwa sakti isra miraj, tapi kita jarang mengkaji pelajaran apa yang didapatkan dalam peristiwa tersebut.

semoga bermanfaat

Oleh Ary senpai, M.Ag
(Pengajar & Koordinator Jaringan Lazis Baiturrahman Divisi Grobogan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *