Manusia Mulia?

*MANUSIA MULIA*
Ayub as-Sikhtiyani mengatakan,
*لَا يَنْبُلُ الرَّجُلُ حَتَّى يَكُوْنَ فِيْهِ خَصْلَتَانِ الْعِفَّةُ عَمَّا فِيْ أَيْدِي النَّاسِ وَالتَّجَاوُزُ عَمَّا يَكُوْنُ مِنْهُمْ*
*”Seorang itu tidak akan menjadi mulia kecuali setelah memiliki dua hal, tidak mengharapkan belas kasihan dari orang lain dan memaafkan gangguan dari orang lain.”* (Min Akhbar As-Salaf ash-Shalih hlm 331)
*Ada dua ciri manusia mulia karena akhlaknya:*
*1. Qana’ah*, merasa cukup dengan rezki dan karunia Allah untuk dirinya sehingga tidak berharap belas kasihan orang lain.
*2. Mudah memaafkan kesalahan orang lain*
Oleh K.H Suyitno Achmad, S.Pd.I, M.M
