PENDIDIKAN BERBASIS REBUTAN

Masa tahun ajaran baru, dimana semua bergembira dengan segala hiruk pikuknya.
Tak sedikit dari hal ini terjadi fenomena “membooking” bangku sekolah hingga para orangtua atau wali datang dari subuh bahkan dini hari
untuk mencarikan tempat duduk anaknya diharapkan dapat tempat duduk yang paling depan.

Tak sedikit pula anak-anak yang didoktrin agar selalu “bersaing” dengan kawan-kawannya di sekolah agar menjadi “juara”.
Padahal hal tersebut mungkin tidak sesuai dengan potensi yang bersangkutan. Bahkan gurunya juga mengajarkan tentang persaingan di sekolah.
Emang masih zaman yah?

Kompetisi semu. Terjadilah kompetisi semua, persaingan yang punya potensi berbeda dengan yang lainnya dan diukur dalam wadah atau indikator yang sama.

Dari kecilnya sudah didoktrin untuk rebutan, kalau udah gede ya tetap saja rebutan. Emang berpengaruh?
Ya berpengaruh sih.
Kan gini lho, udah dari kecilnya diajarin saingan atau kompetisi semu, alias berkompetisi yang sebenarnya tidak sesuai bidangnya. Ya gedenya maka tak heran
banyak orang di tempat kerja yang saingan tidak sehat sehingga menjatuhkan rekan kerjanya, saingan dagang tak sehat, bikin proyek kerja abal-abal hingga perbuatan yang merampas hak milik orang lain.

Lha terus solusinya gimana?

Menurut saya begini
1. Mendidik sesuai potensi individu masing-masing. Jika individu berpotensi dalam hal olahraga misalnya martial art, ya jangan dibandingkan dengan mereka yang berpotensi dalam bidang sains.
arahkan potensi yang ada dan dikembangkan dalam hal yang lebih baik
2. Kolaborasi pihak sekolah, jalur pendidikan, masyarakat, dan keluarga dalam hal pendampingan potensi dan perkembangan peserta didik

Yang selama ini terjadi adalah pendidikan berbasis rebutan, sehingga kalau sudah gede ya rebutan jabatan, rebutan proyek hingga perilaku curang lainnya.

Oleh : Ary senpai
Penggiat Pendidikan, Graphic Designer, Koordinator Lazis Baiturrahman Wilayah Grobogan & Penulis Buku Sekolah Membunuhmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *