Rahasia Ilmu Hikmah & Kesaktian
Pernahkah kita mendengar istilah “jangan keluyuran saat magrib, nanti dimakan monster” , “Jangan suka nakal nak, nanti dimakan Bathara Kala”
“Jangan suka makan sambil berdiri nanti akan ada roh yang mengganggu”.
Hal-hal diatas merupakan hal yang sampai sekarang mungkin tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Namun hal-hal tersebut menurut saya adalah sarana pengendalian sosial, atau sarana edukasi orang-orang masa lampau
yang memiliki rahasia di dalamnya.
Misalnya nih “jangan suka keluyuran saat magrib, nanti dimakan monster”, Nah sebenarnya hal tersebut adalah himbauan orang-orang dulu agar masuk ke dalam rumah dan istirahat atau beribadah kepada Tuhan.
Banyak sekali himbauan-himbauan jaman dulu yang memang digambarkan sedemikian rupa, meski pada era sekarang hal tersebut diragukan.
Contoh lagi nih, di suatu kebudayaan ada gadis yang masuk usia pubertas tapi dipingit enggak boleh pergi-pergi atau ruang geraknya dibatasi. Sebenarnya hal tersebut ada maksud di dalamnya, namun kita atau saya sendiri belum paham makna di dalamnya. Dan apa yang saya tahu hal tersebut untuk melindungi agar si gadis tidak dilecehkan oleh laki-laki yang tidak bertanggung jawab, berhubung pada era dulu hukum yang berlaku tidak kompleks seperti sekarang ini.
Begitu pula dengan ajaran dari Kanjeng Nabi Muhammad untuk menutup aurat dengan batas-batas tertentu, jika kit melihat di era dulu kan belum ada hukum yang sekompleks sekarang, jadi menutup aurat tersebut ya bertujuan untuk melindungi.
Dan masih banyak lagi perumpamaan-perumpaan yang terkesan “kuno” namun ada makna di dalamnya.
Apa hubungannya dengan sekarang? Emang ada hikmahnya ?
Menurut saya ada, di era sekarang ini himbauan-himbauan khususnya di bidang pendidikan kita (baik formal, nonformal maupun informal) secara umum
belum mampu masuk ke ranah “hikmah” itu tadi. Menurut saya malah kalah jauh dengan pendidikan era dulu yang terkesan “kuno”.
misal nih “aku belajar buat apa?” “Kalau sudah kerja nanti uangku buat apa? ” “Kalau aku sudah jadi PNS aku mau apa?”
Hal hal yang mengenai hikmah itulah yang menurut saya kurang begitu diperhatikan di pendidikan kita (baik formal, nonformal maupun informal) jaman now ini.
Oleh KH Ary senpai, M.Ag
(Penulis Buku Sekolah Membunuhmu & Koordinator JPZ Lazis Baiturrahman Wilayah Grobogan)
