Mendidik Anak Usia 12 & 9 Tahun dalam Thareqat

Bagaimana mendidik anak usia 12 & 9 tahun dalam thareqat?

Jawaban Maulana Syekh Yusri Rusydi al-Hasani hafizhahullah:

Hal pertama adalah mengajak mereka untuk banyak shalawat, mengenalkan Sayyiduna Nabi SAW, membacakan sirah Beliau.. mengajak mereka untuk mengidolakan orang2 mulia agar mereka berkeinginan untuk mengikuti jejak mereka.

Hal kedua: menjadi suri teladan yang baik untuk mereka dalam penerapan agama seperti tidak berbicara dengan penuh emosi, tidak marah berlebihan.. sehingga mereka tumbuh dengan bicara dengan suara rendah, sabar, tidak cepat marah…

Anak2 itu mencontoh orang tuanya..

Kalau orang tua bicara dengan suara tinggi, anak juga begitu..

Orang Tua pemarah; maka anaknya juga tumbuh seperti itu..

Orang Tua yang tidak mau mengalah; maka anaknya juga ikutan.

3. Memberi mereka makanan yang halal.. ini merupakan hal yang sangat penting.

4. Mengajak baca Dalail al-Khairat..

5. Menumbuhkan pada mereka kecintaan pada ahli al-bait.

6. Membawa mereka shalat jum’at agar mendengarkan khutbah, mengajak mereka ke majlis2 ilmu.. Meskipun kecil, tapi mereka menyimpan banyak ilmu dari yang mereka dengar.

7. Membawa mereka untuk bertemu tokoh2 mulia & shaleh.. boleh jadi dapat do’a mereka.. Boleh jadi ada wali yang meletakkan tangan pada mereka.. Sentuhan wali itu membuat keberkahan sehingga mereka hidup di dalamnya sepanjang hidup mereka.

8. Pura2 tidak mengetahui beberapa kekurangan yang mereka lakukan.

“Sayyiduna Nabi SAW Memalingkan mata dari hal2 yang tidak disukai”.. jadi tidak usah terus menerus sepanjang hari berkomentar buruk, meminta “lakukan ini, lakukan itu” sehingga membuat anak2 lelah & kamu pun juga lelah..

Nyantailah.. tidak perlu lah matamu siap menangkap kesalahan mereka.. memangnya kamu ingin Allah SWT Membinasakanmu langsung ketika kamu salah untuk pertama kalinya?!

Anak2ku dulu pas masih kecil kadang mengatakan: “Baba, kami tidak mau belajar”. Jadi aku mengatakan pada mereka: “Tidak apa2, tidak masalah tidak naik tahun ini, nanti tahun depan naik”. Aku pun meminta isteriku untuk membawa mereka ke Nadi (pusat mainan)….

9. Jangan membuat mereka kelelahan secara berlebihan, kalau mereka tumbuh dengan kecintaan pada Sayyiduna Nabi SAW, senantiasa shalat & tidak punya ketakutan yang berlebihan.. nanti mereka shaleh & mencintai ilmu..

Tidak mesti kekhawatiran gagal, sehingga anakmu itu tertekan.. berujung mereka jadi cacat mental..

Jangan tekan mereka!.. Jangan ajari mereka kecuali mereka dalam keadaan mencintai ilmu..

Tidak masalah tidak lulus tahun ini.. kegagalan adalah kesempatan untuk lebih matang.. Seseorang belajar dari kesulitan & kegagalan lebih dari belajar dari kesuksesan.

Aku nih 50 tahun di bidang pembedahan.. aku belajar dari operasi2 yang gagal lebih dari belajar dari operasi2 yang sukses.. Para pasienku yang tidak langsung sembuh itu membuat aku belajar banyak..

Jadi gagal itu tidak masalah.. belajar & merasakan pedihnya kegagalan.

10. Nah ketika mereka gagal atau mendapat akibat buruk dari pilihan mereka sementara kamu sudah menasehati mereka; maka tidak perlu mengatakan pada mereka “Bukankah sudah aku katakan!”.

Kata seperti itu menunjukan bahwa kamu menghina atau senang dengan kegagalannya, sehingga membuatnya lari darimu & tidak mau lagi bercerita padamu..

Kamu komentari saja: “Tidak masalah, toh kamu mendapat pengalaman”.

Kamu mesti punya hubungan pertemanan dengan anak2mu… biarkan dia bebas bicara seperti dia nyantai bicara dengan teman-temannya tanpa takut kamu menghinanya..

wallahu a’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *